aku bawakan bunga padamu
tapi kau bilang masih
aku bawakan resahku padamu
tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu
tapi kau bilang meski
aku bawakan dukaku padamu
tapi kau bilang tapi
aku bawakan mayatku padamu
tapi kau bilang hampir
aku bawakan arwahku padamu
tapi kau bilang kalau
tanpa apa aku datang padamu
wah!
1976
Sutardji Calzoum Bachri, O AMUK KAPAK,1981
Note:
Pas lg browsing g nemu puisi diatas, bagus banget
Wednesday, September 14, 2005
Thursday, September 08, 2005
Emosi
Pada akhirnya aku harus mengalah
Bukan karena kalah
Lebih karena tidak ingin memperpanjang masalah
Saat batas yang kita gariskan dilanggar
Hati kita terluka
Ego kita terusik
Gurat amarah terlukis jelas
Seiring deguban jantung yg mengeras
Kewarasanpun terlindas
Kata demi kata meluncur tanpa batas
Tanpa bentuk tanpa rupa
Tapi berimbas pada rasa
Jalinan yang ada pun kian terurai bebas
Tidak sampai lepas
Menyisakan ruang untuk menggeliat
[08 September 2005]
Bukan karena kalah
Lebih karena tidak ingin memperpanjang masalah
Saat batas yang kita gariskan dilanggar
Hati kita terluka
Ego kita terusik
Gurat amarah terlukis jelas
Seiring deguban jantung yg mengeras
Kewarasanpun terlindas
Kata demi kata meluncur tanpa batas
Tanpa bentuk tanpa rupa
Tapi berimbas pada rasa
Jalinan yang ada pun kian terurai bebas
Tidak sampai lepas
Menyisakan ruang untuk menggeliat
[08 September 2005]
Subscribe to:
Posts (Atom)
